Sunday, March 21, 2010

Perempuan Dalam Sajakku #2


2103010

 ............................................................

 2812009


Awalnya hanya memegang penasaran
Lalu mulai tartaric 
Terus membaca halaman belakang dan tergoda membaca isinya, terlebih
Goenawan Mohamad mengomentari buku ini dengan renyah.
Dia bilang : "cerita-cerita Avianti Armand menyentak kita, lalu menarik kita kedalam gerak kata dan imaji"
Panjang dan menantang rasa ingin tahu untuk maju.
  
Lalu kubukalah
Kubacalah
 Jatuh pada cintalah
larut hingga halaman 33. Menggantungkan rasa ingin memiliki,
 Tapi, aku malah pulang.

281210 

Aku memilikinya 
Cinta sekali dengan si buku ini.
16 cerpen yang membunuh datar.
di dalamnya aku bermain bebas.

210310

Adakah kata paling manis selain indah?
Itulah dia.. Avianti armand 
Penulis mahadashyat dan langka
Ibu untuk Daniel
Istri untuk Terry
Inspirasi untuk Mega

....




© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010

Friday, March 19, 2010

Perempuan Dalam Sajakku #1

Dia bernyanyi kencang. Melepas bebas akan perasaan yang memenjarakannya
Mengirim suara yang terbawa angin untuk mengantarkan dia terbang menuju angan-angan favorite
Sesekali tertawa mengirim nada
Sesekali diam menekan tanya


Nabila-nabila,
Engkau itu perempuan baik lengkap dengan penuh pesona
Jujurmu, tulusmu, tak bisa tertutup oleh apapun
Mata-mata suci akan mudah melihat dan menikmatinya
Yang meninggalkanmu hanya mata-mata telanjang yang liar
Biarlah, itu bukan alasan untuk kau terpuruk

pindah waktu


Kali ini lebih dari tengah malam, aku nyata di sampingmu, teman
Dua mata tak kecil terpejam. Menutup benda-benda yang bisa melihat dunia
Ruh mu entah dimana, semoga kau bawa pulang esok dengan ceria
Yang tersisa hanya bentuk yang menyerah lelah
Dengan bayang setumpuk cerita yang kau bawa ke sana
Titipku pada dunia yang kau temui di sana,
Hanya ingin mengembalikanmu esok dengan mimpi-mimpi cerah
Ingin ku kirim ruh ku agar bertemu dengan mimpimu, lalu kita bermain dalam mimpi yang sama
Tapi ah, itu bagaimana nanti saga. melihatmu lelap saja cukup

......

Waktu mengingatmu sampai di sini saja
Tinggal kubaringkan tubuhku tepat di sampingmu
Lalu kita akan saling menemani tanpa menyadari
(bukankah kita selalu begitu? dalam sadar ataupun tidak)
Kini, akan kutup tanda rinduku.
Semoga kau merasakan percikan sayangku.




Selamat tidur teman seiringku, Nabila.



© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010

Teman Melamun


Ada Kayu terpencil di antara besi dan baja,  juga ada biru di antara hitam dan putih
Garis dalam bentang menyambung mengukir jalan
Ada lonceng yang bunyi disentuh angin bersorak ramai
Membungkus hening membohongi hangat
Kicau burung yang bersahut-sahutan terakses dalam dengar
Ternyata aku tidak sendiri, mereka menemani dalam lamunan

© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010


 Sunday, January 24, 2010 at 11:55am

Pengantar Tidur



Ada beberapa warna yang terlihat nyala
Cahaya memutar-mutarkannya di balik lampu berlistrik
Semliwir ac membaur dengar mencampur deru-deru lain
Beberapa audio dan visual bekerja dalam perinea
Ruang yang tak terang lagi oleh sinar ratusan watt
Berbaring aku melirik-lirik sekitar
Berjelajah pikiran ketempat yang tak kunjung jelas
Yang entah akan dibawa kemana ...

Ah, pikir

Leganya aku slalu dapat bersembunyi dalam jumat,
Menyimpan lelah,
Berbaring dan sudah (cukup)..
Inipun menenangkan, pun menyenangkan

Kini mata dan pikir akan ku manjakan
Dibiarkan tidur
dan ditemani dzikir yang mulai menjadi hobi. Semoga tak pernah basi


Selamat jumat selamat menikmati


© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010


Friday, February 12, 2010 at 12:54am

Monday, March 15, 2010

Rindu #2

Aku hanya berani menghayati larimu. kamu terus mengikuti cahaya mimpimu.
Tak menoleh dan terus jauh dari tempatku.
(pulau manuk, bayah 020310)


Aku dan tempat yang kau tinggalkan 
Saksi dari sepi yang kau ciptakan 
Rasanya layu. Rasanya sendu
Kamu lari menuju mimpi dan cahaya pastimu
Rindu, kini kamu tak bisa ku kejar lagi
Sudut-sudut tak beraturan itu memenjarakanku
Membatasi inginku untuk terus seiring denganmu
 Sisanya hanya sesak yang entah kapan akan sembuh
Aku menyerah untuk kuat 
Biarkan sedih ini terus memuncak
Bayanganmu semakin kusadari tak lagi terlihat
Aku benar-benar sendiri
Mengurung sepi, mengurung harap
Teruslah berlari, rindu 
Aku tahu kamu mampu menemui mimpimu 
Tidak lemah sepertiku, yang hanya berani menatap sunyiku.


© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010




Thursday, March 11, 2010

Rindu #1

(Hanyut di antara musik Don't Be Blue ~ R R Pamungkas disusuli  Aku Ada ~ Dewi Lestari) 





Daya tahan asing yang memuncak dalam keheningan mengiring lara menuju tawa
Tapi tidak bisa. Tapi tidak bisa
Lara terlalu dekat denganmu.
Pun lebih dekat dari jarakku denganmu, rindu
Lara tetap ada, dan tawa hanya angan yang terpenjara dalam ilusi

Pekerjaanku menumpuk
Aku tidak boleh mengasingkannya seperti kamu mengasingkanku, rindu

....

Aku hanyut dalam perasaan indah yang menjelma menjadi sesuatu yang seperti perkara, rindu
Aku tersesatkan oleh ingin yang merajai apapun untuk membawa aku menuju tempatmu, rindu
Bayanganmu terlibat banyak dalam membohongiku. bayanganmu betah menjelajahi pikiranku
Bayanganmu membiarkan aku bermimpi seolah-olah kamu ada di sini. Di aku
Tapi seutuhnya bayanganmu pembohong. Kamu tidak ada. Kamu hilang. Itu yang nyata

Pekerjaanku merayu di ambang harapnya, dia membisik setengah membentak. Dia tidak mau dicampakkan. Entahlah

.....

Pekerjaanku hari ini memang hampir terpeleset tidak tersentuh. Hampir
Untung saja beberapa butir-butir cahaya menolongku untuk segera berpijak pada realita, pada pekerjaan yang ada karena ada dan setia menemani hari-hariku, yang melahirkan dirinya untuk menjadi alasan mengapa aku harus bermain waktu pada realita.

Mungkin dia berhak menyaingimu, dia memaksimalkan dirinya untuk aku lirik, lalu aku memilihnya untuk aku sentuh
Lalu aku melupakanmu, dan terus bermain dengannya. Hah, kalaupun begitu aku tetap membawamu dalam bermainku. Mana bisa kamu terpisah dari apapun yang terlibat denganku, rindu. Meski kamu selalu menggerogoti segala organ tubuhku dalam bawah sadarmu
.....

Pekerjaan hampir diselesaikan, dia tersenyum seperti membebaskan aku beristirahat. hah, itu bukan istirahat bagiku. itu waktu yang akan kutemui dimana aku akan memokuskan kosongku ke arahmu, sehingga bayanganmu kembali menipu aku. Menipu keberadaanmu

Mau dibawa kemana inginku?
Aku nyaris menggilai keadaan yang membuat gila menjadi hobi
Ketika aku mengiginkanmu singgah dalam realitaku
Saat kamu dan aku benar-benar berbaring diantara deru angin-angin dalam nyata
Yang mereka akan sebarkan sari-sari bahagia kita kepada semua para penghuni rindu
Dan kalah. Lagi-lagi ilusimu, belum istirahat saja memenjarakan imajiku, rindu
Selalu nyatamu jauh dari nyataku, tapi anganmu dekat dengan anganku
Apa mungkin karena itulah kamu ada?
Agar aku mempunyai sesuatu yang menemaniku
Agar kamu selalu menjadi teman bermimpiku
Hanya pada mimpi?
Ya. Sebagian besar sadarku mengetahui bahwa kamu pun rindu yang mempunyai rindu lain
Untuk itu mimpi ada. Untuk itu waktuku akan terus ada untuk bermimpi menemui kamu, rindu

© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010

Sosok



Hal yang indah dalam lamun adalah menghayati sesuatu yang tidak kosong dalam sesuatu yang terlihat nol
Kamu selalu menjadi objek terfokus dalam lamunku
Entah mengapa bisa begitu, tapi aku suka
Hanya dalam ini aku bebas menghayatimu. Dalam maya yang membentuk seperti tiada . tapi inilah tempat rasaku tumbuh..
Terkurungkah? (teriak dari lubang tanya)
Tidak. Sama sekali tidak  (terjawab dalam realita)
Di sini bebas. Di sini tidak terganggu juga tidak mengganggu
Sosok cahaya yang berdiri sempurna di antara bayang
Sosok yang nyata tinggal dalam dunia yang hampir mustahil nyata
Namanya apa selalu tidak tahu. Tapi kamulah sosok penerang gulita
Menjadi sinar dalam lamun. Menjadi bunyi dalam senyum
Tanpa kupilih kau akan terus menjadi objek nomor satu dalam ilusiku
Yang entah ia atau tidak akan teriring pada nyata, pada realita


© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010

Batas

Begitulah kita ada. Dibatasi oleh ruang yang berisi
Ruang di antara hatimu dan hatinya
Ruang yang berisi cintamu dan cintanya
Tidak bisa diusik dan tidak bisa diusir
Sampai kapan batas terus ada di kita


© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010

Friday, March 5, 2010

D to E



Tulisan


 
dua tujuh februari. aku di belakangmu. sebentar.

Lewat jemari yang mengantarkan sesuatu apapun yang ingin ditulis 
Tentang aku yang selalu menghayati sosok utuh nyata di balik bayang 
...
Apasaja yang menempel di duniamu, aku peduli 
Memerhatikanmu adalah sebagian aktifitas yang memenuhi jadwal taktertulisku
Melihatmu adalah rindu yang setiap hari aku tunggu
...
Menulis tentangmu membuat aku mengasing dari sekitar
Terpaku untuk membuat apa yang ditulis untuk menjadi sebuah cerita,
Sayangnya, menuliskanmu terlalu menggugupkan 
Aku sulit mengambil kata
...
Kadang kamu datang sebagai dewa kebahagiaan 
Aku merasa berhutang 
Aku ingin membalas mu dengan kebahagian semacam yang kau percikkan
Namun bodohnya aku tidak tahu caranya 
Selain terus berputar dijalur tak bernama ini
...
Beku aku di sini  
Membungkus cairan-cairan yang tak pernah mengalir lancar 
Mereka menyendat. Membatas  
Kamu. Sebuah kadang-kadang 
Bisa merasukkan bahagia tanpa sengaja 
Juga bisa merasukkan pilu tanpa sengaja 
...
Kali ini aku menghayatimu dengan berserah
Dengan kepolosan-kepolosan yang ada tanpa diciptakan
...
untuk apapaun yang aku tulis 
semoga menjadi cendramata atau sesuatu yang bisa dikhayati 
...
Untuk cerita yang tak pernah selesai
tentang kamu, cahaya bayangan



© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010



Thursday, March 4, 2010

Cahaya

 Lampu tempel di suatu rumah, Bayah 


Di antara belahan gelap
Kamu memberi terang menyapu pekat
Dalam titik tubuh yang memesona
Hadir kemilau dalam bentuk sederhana
CAHAYA.


© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010