Sunday, October 24, 2010

Wanita Tidur

Wanita itu mendengkur dalam tidurnya, menyerah dalam hak tenangnya, melepas sisa-sisa lelah yang melekat pada hati dan bagian dalam pikir hitamnya..
Cantik, dengan tampilan matanya yang ditutup dan mulutnya yang terbuka
Cantik, dengan kerutan lembut yang bergaris rapi di keningnya,
Tanda pikir. Atau, tua.. Menua, mungkin.
Cantik, dengan aura putih yang terpancar dari hatinya.
Cantik, ku ulangi lagi, cantik.
Tangannya terseilip di antara bantal dan kuping, jari-jari panjangnya betah dengan posisi sedikit mengepal.
Kakinya melingkar pada selimut tebal dan guling tak terlalu empuk,
Cantik,
Wanita tidur itu cantik.
Dengkur berani menjadi lagu yang mengiringi tidurnya,
Aku tahu dia melayang, di sana.
Aku tahu dia mengapungkan kebebasan, di dalamnya.
Cantik,
Ketika dia menggerakan kakinya yang satu ke kaki satunya, menggarukkan jari nakal di bawah alam sadar secara perlahan.
Cantik, ketika tangannya memegang kepalanya sendiri dan menggaruknya tanpa tahu maksud.
Wanita tidur itu menikmati bagian-bagian tidurnya.
Dunia, dimana kita bisa menyerahkan hampir segalanya di sana.
Menitipkan waktu, padanya.
Mengandalkan pinta tenang kepadanya.
Tidur,
Wanita tidur itu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, dan tidak pernah tahu kapan dia akan bangun.


Perjalanan, 25 Okt 2010
Ditemani matahari pagi yang ramah
Mega Hadiyanti Khairunnisa


© Mega Hadiyanti Khairunnisa 2010

No comments:

Post a Comment